Curanmor Meresahkan, Warga Desa Kasian Timur Tingkatkan Kewaspadaan
JEMBER – Rasa aman warga Desa Kasian Timur, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, kian memudar seiring maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah warga mengaku resah karena aksi pelaku dinilai semakin nekat dan sulit diprediksi.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, beberapa kasus kehilangan sepeda motor terjadi di lingkungan permukiman warga. Bahkan, aksi pencurian diduga berlangsung cepat saat situasi sekitar sedang lengang.
Salah satu korban, Sodiq (65), menuturkan bahwa dirinya kehilangan sepeda motor jenis Yamaha NMAX miliknya yang diparkir di sekitar rumah. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti waktu kejadian karena peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat.
“Motor saya hilang padahal diparkir seperti biasa di rumah. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya,” ujarnya saat ditemui, Senin (30/3).
Menurut Sodiq, kejadian ini membuat dirinya dan keluarga merasa khawatir. Ia berharap ada perhatian lebih dari pihak berwenang untuk meningkatkan keamanan di wilayah tersebut.
Keresahan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menyebutkan bahwa kabar kehilangan sepeda motor kini semakin sering terdengar, bahkan hampir setiap pekan.
“Sekarang warga jadi was-was. Mau parkir di rumah saja tidak tenang, apalagi kalau di luar,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi kondisi tersebut, perangkat Desa Kasian Timur mengakui adanya peningkatan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pihak desa mengimbau warga untuk lebih waspada serta meningkatkan sistem keamanan lingkungan secara mandiri.
“Kami sudah mengingatkan warga agar lebih berhati-hati, seperti menggunakan kunci ganda dan mengaktifkan kembali ronda malam,” ujar salah satu perangkat desa.
Selain itu, pihak desa juga berencana berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk meningkatkan patroli keamanan, khususnya pada jam-jam rawan.
Sementara itu, pihak kepolisian sektor setempat menyatakan bahwa curanmor memang menjadi salah satu tindak kriminal yang perlu diwaspadai. Pelaku umumnya memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan dan kondisi lingkungan yang minim pengawasan.
“Pelaku biasanya mengincar kendaraan yang tidak dikunci ganda atau diparkir di tempat sepi. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar seorang petugas kepolisian.
Ia menambahkan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli serta menindak tegas pelaku kejahatan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Maraknya kasus curanmor di Desa Kasian Timur menjadi peringatan bagi seluruh warga agar tidak lengah. Upaya bersama antara masyarakat dan aparat dinilai menjadi kunci dalam menekan angka kejahatan di wilayah tersebut.
Di sisi lain, warga berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan dari pihak berwenang agar situasi keamanan dapat kembali kondusif.
“Kami hanya ingin merasa aman di desa sendiri,” tutup salah satu warga.